bro gempa bro
Siang hari menjelang jam makan siang di hari kamis adalah salah satu jam-jam paling ngantuk di studio arsitek kecil di denpasar selatan. Kombinasi dari badan yang masih pegal-pegal hasil dari futsal rutin setiap rabu malam dan tidur malam yang kemaleman setelah kecapekan futsal. Ditengah-tengah perjuangan menjaga agar pikiran tetep fokus dan mata tetap melek menunggu meeting, tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, tak diduga-duga sebelumnya oleh siapapun juga.
GEMPAAA…..!!!
setengah detik pertama…
lantai dan kursi bergoyang, semua tibatiba diam,tak ada yg bergerak, mata saling memandang satu sama lain, pikiran masing masing orang kayaknya masih mencerna apa ini? vertigo kah? ada truck lewat kah? apakah cuma sendiri atau yang lain juga merasakan. oscar mulai menyalak-nyalak seperti mau mengejar tukang sampah
detik pertama
dinding kayu dan sambungan atap mulai bersuara, pikiran mulai memahami kalau ini adalah gempa bumi. otak udah nyuruh lari keluar studio, tapi sekali lagi syaraf gengsi berfungsi, masak mau jadi orang yang pertama lari keluar studio, masak kalah panik sama cewek, saling melihat yang lain apakah ada tanda-tanda harus ke luar atau apa yang harus dilakukan?
detik kedua
goyangan makin keras! sepintas dari ujung mata terlihat ucil melesat dengan kecepatan tuyul menjambret kalung keluar dari studio,dan lariii… seluruh isi studio tumpah ruang keluar, berlari, semua berlari, masa bodoh dengan pc,hp,bb,ip .. persetan dengan huruf huruf itu, ini nyawa bung! si om juga lari terbirit-birit diikuti oscar bodoh yang malah menyalak gembira seolah-olah satu studio ingin berlari bermain bersama-sama. sekilas ada yang terpeleset terjatuh, tenyata guru
detik ketiga
goyangan makin bertambah keras! semua orang sudah ada di jalan, mobil di parkiran pun kelihatan bergoyang, goyangan bumi terasa sekali di kaki membuat perut mual. memori di otak mulai menjelajah kenangan-kenangan gempa 5 tahun lalu di jogja. hati mulai ciut. mulut mulai merapal doa. Ya Tuhan beginilah kami manusia-manusia yang hanya mahkluk kecil tak berdaya di hadapan-Mu dan alam-Mu
detik keempat
intensitas goyangan mulai berkurang. tapi rasa panik terlanjur menyerang akal sehat. sedikit demi sedikit logika kepanikan kewaspadaan mulai berjalan. gempa..denpasar..bali..laut..pantai……
detik kelima
goyangan gempa sudah berhenti. semua saling berpandang-pandangan tapi masih membisu. masing-masing mencari akal sehat sendiri-sendiri. si om juga terlihat panik sementara Oscar juga diam dan terlihat gemetar menggigil. seperti mau ketemu dokter suntik anjing. pikiran mulai bekerja normal.harus segera mendapatkan info dari BMKG!
semua masih berada di luar. opa juga ada diluar. machan tidak terlihat mungkin sedang shopping atau arisan dan sepertinya tidak ada yang sempat membawa henpon. gimana cara tau info bmkg. saya lalu nekat berlari masuk ke studio mengambil hp sok heroik padahal biasa aja beberpa orang mengikuti. sampai di luar langsung cek timeline bmkg, belum ada info sama sekali. timeline penuh dengan teman-teman bali yang seolah-olah berlomba-lomba mengetik satu kata. gempa! dan akhirnya info bmkg. gempa 6, sc pusat gempa barat daya nusa dua. tidak berpotensi… Alhamdulillah :)
pikiran mulai tenang, wajah-wajah yang panik mulai pudar. canda dan tawa mulai terlempar menutupi dan mengusir rasa berdebar-debar yang masih tersisa. dan akhirnya satu persatu mulai masuk ke studio kembali. rsa kantuk yang tadi menyerang sudah musnah dihapus semburan adrenalin. tapi tetap enggak fokus bekerja karena malah browsing mencari info dan berita gempa. hp mulai sibuk bergetar. sms-im-wasap-telepon dari teman teman yang ada diluar Bali menanyakan keadaan dan kabar apakah baik baik saja disini. terharu akan perhatian kalian semua :) thanks a lot guys , kita semua baik-baik saja disini. semoga tidak ada lagi gempa susulan yang lebih besar dari yang tadi. dan semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya :)
intruksi yang paling penting saat gempa yang mudah diucap tapi susah dilaksanakan adalah JANGAN PANIK !! kepanikan bisa menambah potensi bahaya !

